<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>bertani kata-kata</title>
	<atom:link href="http://petanitulisan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://petanitulisan.wordpress.com</link>
	<description>mencoba melihat sesuatu dari sudut berbeda</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Sep 2009 03:18:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='petanitulisan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/03f4f6ebb3add3b3b28ba2972c02e3c3?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>bertani kata-kata</title>
		<link>http://petanitulisan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://petanitulisan.wordpress.com/osd.xml" title="bertani kata-kata" />
	<atom:link rel='hub' href='http://petanitulisan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pak Tani dan Kemacetan</title>
		<link>http://petanitulisan.wordpress.com/2009/09/22/pak-tani-dan-kemacetan/</link>
		<comments>http://petanitulisan.wordpress.com/2009/09/22/pak-tani-dan-kemacetan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 03:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pak Tani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengamatan Pak Tani]]></category>
		<category><![CDATA[Macet]]></category>
		<category><![CDATA[Pak Tani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petanitulisan.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Macet…mungkin kata-kata itu sudah terlalu terbiasa terdengar dan terucap dari mulut teman-teman petani yang lain. “mas jangan lewat sana, macet berat” kata seorang teman, atau “sori bos, jalanan lagi macet neh, mungkin agak telat sampe lokasi”, alasan itu juga sudah biasa. Benar…selama kita masih ada di negeri ini memang kita harus bisa belajar memahami situasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petanitulisan.wordpress.com&amp;blog=9541967&amp;post=17&amp;subd=petanitulisan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Macet…mungkin kata-kata itu sudah terlalu terbiasa terdengar dan terucap dari mulut teman-teman petani yang lain. “mas jangan lewat sana, macet berat” kata seorang teman, atau “sori bos, jalanan lagi macet neh, mungkin agak telat sampe lokasi”, alasan itu juga sudah biasa. Benar…selama kita masih ada di negeri ini memang kita harus bisa belajar memahami situasi itu. (dinegeri ini memang harus banyak belajar, sampe menghadapi macet pun harus belajar, hahaha).</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini Pak Tani sebenarnya buru-buru menuju sawah (mau mencangkul dulu..), bersama pak sopir…….angkot, hehe yang biasa membawa Pak Tani terjebak macet. Ini macet benar-benar ga biasanya, semua merangkak bagaikan siput.  Benar-benar  ngga bisa bergerak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam diam yang terpaku Pak Tani mencoba melihat dan membaca situasi ini. Inilah hasil diam Pak Tani itu :</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil pengamatan Pak Tani :</p>
<p style="text-align:justify;">Kemacetan memang adalah sesuatu yang sudah ga bisa dihindari lagi di jaman sekarang ini, tapi bisa dijalani dan dinikmati, hahaha..maksudnya??.  Sedikitnya ada 7 golongan besar yang ikut ambil bagian penyebab macet diantaranya ; angkot, bis/truk, motor/ojeg, kendaraan pribadi, pejalan kaki, polisi cepek, calon dan atau penumpang angkot/bis, kucing/anjing/keluarga besar binatang, simpang tiga/empat/lima, pasar tumpah serta banjir.</p>
<p style="text-align:justify;">Baiklah, Pak Tani akan membeberkan sedikit peranan masing-masing golongan tersebut :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.  Angkot :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Merupakan salah satu jenis angkutan yang paling banyak di perkotaan karena kalo dipedesaan namanya bukan angkot tapi angdes “angkutan pedesaan”. Kemampuan jelajah angkot jaman sekarang ternyata sudah mampu menembus daerah-daerah terisolir di daerah pemukiman di perkotaan seperti perumahan-perumahan. Aneh bin ajaib, banyak dijumpai dalam satu komplek perumahan bisa mempunyai beberapa trayek angkot. No 14 A, 14 B. Contohnya Bogor (Pak Tani pernah berkunjung ke daerah ini), jika beberapa waktu yang lalu kota ini masih terkenal dengan sebutan ‘kota hujan’, ternyata sekarang sudah berubah menjadi ‘kota seribu angkot’ atau ‘kota hijua’ karena banyaknya angkot yang warna hijua, itu teman-teman yang ada disana. Trus bagaimana dengan kota lainnya, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, atau Makassar, wah sepertinya terlalu panjang untuk dibahas. Hehe.. Sebenarnya apa dan bagaimana peranan angkot ini ikut andil dalam membuat macet ?.</p>
<p style="text-align:justify;">ANALISA PAK TANI : angkot jaman sekarang sudah berubah menjadi “raja jalanan”, kira-kira demikian ungkapan beberapa teman Pak Tani. Semua bagian jalan adalah milik beliau. Angkot ini punya pendirian yang kuat dan tidak akan pernah mengalah karena bagi dia peraturan yang berlaku adalah peraturan yang dibuat sendiri, apa sajakah peraturan itu ? :</p>
<p style="text-align:justify;">a. Jalanan ini adalah milik saya, jadi saya berhak berbuat apa saja diatasnya karena jalanan ini adalah milik saya tanpa ada tuntutan dari pihak lain.</p>
<p style="text-align:justify;">b. Hak seperti yang disebutkan pada poin a, antara lain : bebas menaikkan/menurunkan penumpang sesuka hati dan atau bebas masuk ke jalur mana saja baik ditengah ataupun dibahu jalan dan atau bebas berhenti dimana saja sesuai selera.</p>
<p style="text-align:justify;">c. Jika ada pihak lain yang kurang berkenan, maka mohon tinjau poin a.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau begitu apa peranan angkot ini ?. Dari tulisan diatas mungkin petani-petani yang lain sudah bisa menyimpulkannya sendiri, hehee…</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-18" title="sm16banjir23" src="http://petanitulisan.files.wordpress.com/2009/09/sm16banjir23.jpg?w=510" alt="sm16banjir23"   /> foto : suaramerdeka.com</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.  Bis/truk :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kedua alat transportasi ini memang hanya melewati jenis jalan utama, namun juga berperan besar menyebabkan kemacetan. Kalo begitu apa peranannya ?. Bis/truk itu ternyata mempunyai body yang lebih besar dan terkadang berjalan lambat mungkin karena faktor usia yang kebanyakan memang sudah uzur dan tinggal menunggu malaikat pencabut nyawa.</p>
<p style="text-align:justify;">ANALISA PAK TANI : Bayangkan jika sebuah bus menurunkan atao menaikkan penumpang, dengan percepatan atau perlambatan yang lumayan rendah, berapa waktu yang diperlukan untuk hal tersebut?. Jika di belakang bis tersebut ternyata sudah mengekor dan mengantri 3 bis lainnya, 7 angkot, 23 motor ditambah 4 orang lagi menyeberang dan satu becak berjalan melawan arah, berapa waktu yang dibutuhkan untuk menggerakkan itu semua ketika bis yang paling depan sudah berjalan agar jalanan kembali lancer ?. (lumayan pusing mikirinnya, hehe…).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.  Motor :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kendaraan yang satu ini memang lagi mengalami masa kejayaan dan keemasannya dalam perkembangan alat transportasi. Bentuknya yang lebih dikhususkan untuk tunggangan individual dengan tujuan mempermudah mobilisasi ternyata berandil besar dalam menyebabkan kemacetan. Inilah yang menjadi saingan berat angkot untuk menduduki posisi “raja jalanan” pada saat ini. Oya..?. benar sekali, sifatnya yang lebih enak untuk ditunggangi dari pada kuda dan bisa dibawa ke jenis jalan mana pun kecuali jalan tol, hehe..membuat si yang empunya terkadang mengeksploitasinya untuk bergerak kemana saja, baik di lajur kiri, tengah atau juga di kanan dan cenderung lebih ngga peduli. Trus..sebenarnya mana yang patut disalahkan motornya atau yang empunya ?.</p>
<p style="text-align:justify;">ANALISA PAK TANI : jika lebar jalan untuk dua jalur hanya 8 meter ditambah masing-masing 1 meter untuk bahu jalan harus di lewati puluhan bahkan ratusan motor ditambah kendaraan roda empat lainnya (sering terjadi ketika akan masuk dan keluar kantor) ditambah lagi di depan terdapat persimpangan, para petani yang lain pasti akan bisa menebak hasilnya. Benar sekali&#8230;..macet berat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4.  Kendaraan pribadi : </strong></p>
<p style="text-align:justify;">haha…ko bisa ikut terlibat ?, kira-kira begini ceritanya ; tingkat kesejahteraan seseorang itu cenderung berbanding lurus dengan tingkat pendidikannya (ya, pada umumnya kira-kira begitulah….diterima ya), dimana yang punya kendaraan pribadi cenderung berasal dari golongan menengah ke atas dan berpendidikan. Nah orang-orang yang berpendidikan ini memang mempunyai kecenderungan untuk belajar terus-menerus.</p>
<p style="text-align:justify;">ANALISA PAK TANI : Jika tulisan paling atas Pak Tani menyebutkan bahwa untuk macet pun perlu dipelajari, ternyata paham itulah yang diikuti oleh orang-orang di poin 4 ini. Apa materi yang dipelajarinya ?.</p>
<p style="text-align:justify;">a. Kenapa mereka (angkot/motor) bisa melewati bahu jalan ?, karena saya adalah orang yang terus-menerus belajar, hal itu harus saya pelajari (hmm….).</p>
<p style="text-align:justify;">b. Memangnya hanya mereka (angkot/motor) saja yang bisa berhenti sesuka hati ?, bagaimana kalo saya pelajari juga ? (hoho..)</p>
<p style="text-align:justify;">c. Kenapa mereka (angkot/motor) bisa berbelok arah sesuka hati?, hmm bagaimana kalo itu saya pelajari (hihihi….).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5.  Pejalan kaki : </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Memang manusia jaman sekarang mungkin sudah bermutasi menjadi seorang makhluk yang kuat, hah ? ko’ bisa?. Menyeberang jalan dengan santai dengan hanya berharap yang bawa kendaraan bisa melihat dirinya ketika menyeberang (<em>zebra cross</em>). Hal Trus bagaimana jika ngga terlihat ??..hmm…mungkin antara si oknum penyeberang jalan dan oknum penabrak bisa bertemu di rumah sakit dan atau kantor polisi dan atau sama-sama bertemu di dunia lain, itu lebih baik daripada sama-sama ngga bisa bertemu karena salah satu oknumnya ada yang lari atau berpulang lebih awal, hehehe..bagaimana peranan pejalan kaki ini menyebabkan macet ?.</p>
<p style="text-align:justify;">ANALISA PAK TANI : coba anda bayangkan jika seorang penyeberang jalan membawa sang istri untuk istrinya menyeberang jalan, dan yang lebih parah lagi bagimana jika sang istri juga membawa anak-anaknya, satu digendong dan satu dituntun, satu lagi bawa oleh sang nenek, dimana sang nenek juga tentu membawa pamannya si anak kecil sebagai pengawalnya dua orang yang juga ternyata membawa anak istrinya untuk turut serta dalam kegiatan penyeberangan ini dan satu lagi yang jangan dilupakan adalah anjing peliharaan anaknya yang nomor dua yang kakinya lagi pincang akibat berantam dengan anjing saingannya sehingga masih harus dituntun, bisa anda hitung berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyeberangkan semuanya itu dan berapa panjang antrian kendaraan untuk menunggu kejadian itu.hahaha..atau bagimana jika yang akan menyeberang itu adalah seorang kakek berumur 70 tahun yang menderita <em>stroke</em> dan harus pakai tongkat, hmmm&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6.  Polisi cepek (PC) : </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah salah satu jenis profesi baru yang lumayan di gandrungi dan lagi banyak diminati orang, bagaimana ngga diminati, profesi ini ternyata tidak mensyaratkan kualifikasi pendidikan ataupun pengalaman kerja karena syaratnya sangat sederhana yaitu tau mana kanan, kiri atau juga lurus ditambah harus punya pluit. Hubungannya dengan macet gimana ?,</p>
<p style="text-align:justify;">ANALISA PAK TANI : lokasi favorit PC ini adalah pertigaan atau perempatan antara jalan utama dengan jalan cabang atau dengan lokasi komplek perumahan. Kita semua tahu bahwa tujuan hamper semua pekerjaan itu adalah untuk mendapatkan uang, apapun jenis pekerjaannya termasuk PC ini. Konsumen utama PC adalah mereka-mereka yang mempunyai kendaraan pribadi yang akan keluar / masuk dari dan menuju komplek. Karena kegiatan ini sudah menjadi profesi sudah barang tentu dituntut suatu profesionalitas kerja (wooww..), sehingga tentunya PC akan lebih mengutamakan kendaraan-kendaraan yang akan menyeberang tersebut, karena itulah konsumennya dan dari situlah mereka mendapatkan rupiahnya. Jika jumlah kendaraan yang lewat sekitar 17-25 kendaraan per menit pada kondisi normal, waktu yang diperlukan oleh PC untuk menyeberangkan satu kendaraan adalah 15-20 detik, maka bisa anda bayangkan berapa lama waktu dari jeda sampai kembali ke keadaan normal yang dibutuhkan oleh masing-masing kendaran, trus bagimana jika yang harus diseberangkan itu jumlahnya 3, 4 atau lebih sekaligus..walahhh….</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7.  Calon dan atau penumpang angkot/bis : </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Wah….klo membahas yang satu ini Pak Tani merasa kurang enak juga karena Pak Tani juga sering menjadi pelaku utamanya, hehehe. Ya tapi demi pembelajaran, hehe…ngga apa-apalah. Dikalangan makhluk hidup yang hidup dijalan atau dipinggir jalan, calon penumpang ini adalah raja di atas raja. Sifat-sifat penumpang mencirikan bahwa dia seorang raja bisa memerintah sesuka hati (mau turun dimana tinggal sebut saja), hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">ANALISA PAK TANI : jika yang akan menumpang itu adalah segerombolan keluarga yang akan menuju pasar, ada si ibu, bapak, 4 anak, mertua si ibu serta bibi si anak yang naik di simpang tiga depan komplek perumahan. Berapa waktu yang diperlukan untuk menaikkan semua gerombolan itu dan bagaimana jika hal itu terjadi di tempat yang kendaraannya padat ?. wooww&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8.  Kucing/anjing/keluarga besar binatang : </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hahaha&#8230;mungkin para petani yang lain bertanya, ko’ bisa masuk dafar ?, kira-kira begini ceritanya : laju pertumbuhan manusia ternyat berbanding lurus dengan laju pertumbuhan hewan terutama jenis hewan-hewan peliharaan (Pak Tani, 2009) wooww, kapan itu penelitiannya, hehehe (mohon diterima saja). Tingginya pertumbuhan manusia dan hewan ternyata tidak diimbangi pertambahan luas permukaan tanah karena bersifat statis (hmmm&#8230;.?), akibatnya : manusia dan hewan semakin banyak dan ruang terbuka semakin sempit sehingga berdampak pada arena bermain untuk hewan-hewan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">ANALISA PAK TANI : bagaimana jika pada jalur yang padat kendaraannya tiba-tiba dijadikan sebagai tempat bermain oleh satu geng anjing atau pada jalur cepat tiba-tiba seekor kucing hamil tua dengan kaki terpincang akibat baru saja ‘menerima’ tongkat akibat ikut mencicipi masakan di salah satu rumah makan padang. Pak Tani yakin dengan perasaan iba Pak supir akan lebih mempedulikan kucil yang <em>notabene</em> lagi hamil itu untuk lewat duluan, hehehe. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk melewatkan semua kejadian tersebut ?.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>9.  Simpang tiga/empat/lima : </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah faktor tidak langsung yang memberikan efek langsung terhadap macet. Adanya simpang tiga/empat/lima sebenarnya ngga bisa kita salahkan, karena memang begitulah adanya dan kita juga membutuhkannya. Hal yang sering terjadi di persimpangan apalagi tidak terdapat lampu merah adalah tidak adanya rasa saling pengertian dikalangan pengendara.</p>
<p style="text-align:justify;">ANALISA PAK TANI : Kita tau bahwa orang kita adalah manusia-manusia yang super sibuk (<em>time is money</em>) sehingga untuk menganti sekitar 10-15 detik juga akan terasa lama padahal kalau dipikir-pikir sifat ngga mau <em>ngalah </em> itu ternyata malah bisa membuat kita terlambat sekitar 30-45 detik. Oya..??. itulah yang sering terjadi di persimpangan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>10.  Pasar tumpah, banjir : </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Khusus banjir, ini adalah salah satu hal yang ngga bisa di tolak dan sulit untuk diantisipasi walaupun kejadiannya rajin terjadi (hmmm&#8230;). Untuk pasar tumpah, inilah salah satu contoh yang menggambarkan bagaimana sifat pekerja keras dan mampu melihat peluang dari rakyat kita. Ditengah keterbatasan areal untuk berdagang, terbersitlah ide untuk menggunakan bahu jalan. <em>Tak ada rotan akar pun jadi dan bila perlu tali rafia juga bisa</em>. Itulah pepatah yang diusung oleh teman-teman petani tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">ANALISA PAK TANI : jika panjang total pasar tumpah tersebut 176 meter, berapakah waktu yang ditempu oleh kendaraan yang berjalan merangkak dengan kecepatan 5 km/jam ?. hmmm&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petanitulisan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petanitulisan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petanitulisan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petanitulisan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petanitulisan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petanitulisan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petanitulisan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petanitulisan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petanitulisan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petanitulisan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petanitulisan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petanitulisan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petanitulisan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petanitulisan.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petanitulisan.wordpress.com&amp;blog=9541967&amp;post=17&amp;subd=petanitulisan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petanitulisan.wordpress.com/2009/09/22/pak-tani-dan-kemacetan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a4150d0a95f9d2852e47b691630791b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Tani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petanitulisan.files.wordpress.com/2009/09/sm16banjir23.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sm16banjir23</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
